Wednesday, December 11, 2019

Marsigit Philosophy 2019 Tiara Wahyu Anggraini | Identifikasi dan Penjelasan Filsafat Mengenai Persoalan Matematika di Sekolah


Tugas Ujian Akhir Semester (UAS)
Mata Kuliah Filsafat Ilmu
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Marsigit, M.A.

1. Bagaimana penjelasan filosofis mengenai konsep bilangan yang pangkatnya negatif?
Jawab: Secara filsafat konsep bilangan Berpangkat Negatif termasuk ke dalam Pengertian Formal; dia hanya ada di dalam pikiran dan tidak ditemukan di luar pikiran (anak-anak). Itulah sebabnya akan sulit bagai anak kecil untuk mempelajarinya.
2.    Bagaimana penjelasan filosofis mengenai konsep penjumlahan?
Jawab: Secara ontologis, konsep jumlah/tambah hanya merujuk pada dua hal saja, yaitu ruang dan waktu. Ruang dan waktu adalah genus dari semua yang ada dan yang mungkin ada, maka konsep jumlah/tambah bersifat ontologis pula karena dapat melekat pada genus ruang dan waktu.
3.    Bagaimana penjelasan filosofis mengenai pembuktian rumus matematika?
Jawab: Membuktikan Rumus Matematika adalah ranah orang dewasa (SMA ke atas) dalam lingkup Matematika Formal/Matematika Aksiomatik. Membuktikan Matematika untuk dunia anak-anak (SD) harus diberi pengertian lain yaitu segala aktivitas memahami matematika dengan aktivitasnya berinteraksi dengan benda-benda konkrit.
4.    Bagaimana penjelasan filosofis mengenai aksioma dan teorema dalam matematika?
Jawab: Aksioma dan teorema termasuk ranah Matematika Formal/Matematika Aksiomatik, dimana Matematika demikian didefinisikan sebagai ilmu yang bersifat deduktif, yang berlandaskan atau dimulai dengan mendefinisikan konsep-konsep, selanjutnya dibentuklah Teorema-teorema, Aksioma atau Dalil-dalil yang pada akhirnya diperoleh suatu Struktur Matematika yang di dalamnya tidak boleh terdapat kontradiksi.
5. Bagaimana penjelasan filosofis mengenai penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari?
Jawab: Penggunaan Matematika dalam kehidupan sehari-hari adalah ranahnya orang dewasa; jadi jangan membebani generasi muda (anak-anak) untuk berpikir sampai tahap demikian. Menggunakan matematika adalah urusan dan kerja orang dewasa (matematikawan dan praktisi matematika). Ada dua perbedaan yaitu “kemampuan mnerapkan matematika” dan “matematika terapan”. Kemampuan menerapkan matematika dapat dipandang dari sisi kemampuan berpikir secara umum, seperti yang dikemukakan oleh Bloom, yaitu kemampuan berpikir sejak dari: Mengingat, Memahami, MENERAPKAN, Analisis, Sintesis,dan Evaluasi. Berarti setiap kegiatan berpikir terdapat aspek Menerapkan pemahamannya sebagai suatu kriteria tahapan berpikir. Demikian itulah yang terjadi jika siswa/anak kecil berpikir termasuk berpikir matematika. Sedangkan matematika terapan atau menerapkan matematika dalam kepentingan matematika bermanfaat bagi ilmu-ilmu lain itulah yang saya maksud sebagai domainnya orang dewasa.
6.   Bagaimana penjelasan filosofis mengenai bentuk dan ukuran dari bangun geometri?
Jawab: Segala bentuk, ukuran, dan macam-macam bangun-bangun geometri hanya dapat dipahami di dalam intuisi, ruang dan waktu.
7.     Bagaimana penjelasan filosofis mengenai limit fungsi?
Jawab: Secara filsafati, konsep limit fungsi berkaitan dengan ketakhinggaan, di mana dalam ketakhinggaan manusia menemukan ketidaksempurnaannya.
8.     Bagaimana penjelasan filosofis mengenai kesamaan dan ketidaksamaan?
Jawab: Dalam filsafat, konsep Kesamaan setara dengan Sifat Identitas, yaitu tercapainya keadaan A = A; sedangkan konsep ketidaksamaan setara dengan Sifat kontradiksi yaitu Predikat yang tidak akan mampu menyamai subjeknya.
9.      Bagaimana penjelasan filosofis mengenai konsep bilangan?
Jawab: Secara filsafat, konsep Bilangan hanya dapat dipahami dalam intuisi ruang dan waktu. Di dalam pikiran, bilangan bermakna karena nilainya.
10.  Bagaimana penjelasan filosofis mengenai kesulitan belajar?
Jawab: Secara filsafat, Kesulitan dapat dimaknai kendala seseorang dalam usahanya menembus ruang dan waktu.

1 comment:

Folder Tugas Akhir Filsafat Ilmu Dosen Pengampu Bapak Prof. Dr. Marsigit, M.A.

Berikut beberapa tugas akhir semester saya yang telah diselesaikan, yaitu: 1. Identifikasi dan Penjelasan Filsafat Mengenai Persoalan Matem...