Tugas
Ujian Akhir Semester (UAS)
Mata Kuliah Filsafat Ilmu
Dosen
Pengampu: Prof. Dr. Marsigit, M.A.
1. Bagaimana
penjelasan filosofis mengenai konsep bilangan yang pangkatnya negatif?
Jawab: Secara filsafat konsep
bilangan Berpangkat Negatif termasuk ke dalam Pengertian Formal; dia hanya ada
di dalam pikiran dan tidak ditemukan di luar pikiran (anak-anak). Itulah
sebabnya akan sulit bagai anak kecil untuk mempelajarinya.
2. Bagaimana
penjelasan filosofis mengenai konsep penjumlahan?
Jawab: Secara ontologis, konsep
jumlah/tambah hanya merujuk pada dua hal saja, yaitu ruang dan waktu. Ruang dan
waktu adalah genus dari semua yang ada dan yang mungkin ada, maka konsep
jumlah/tambah bersifat ontologis pula karena dapat melekat pada genus ruang dan
waktu.
3. Bagaimana
penjelasan filosofis mengenai pembuktian rumus matematika?
Jawab: Membuktikan Rumus Matematika
adalah ranah orang dewasa (SMA ke atas) dalam lingkup Matematika
Formal/Matematika Aksiomatik. Membuktikan Matematika untuk dunia anak-anak (SD)
harus diberi pengertian lain yaitu segala aktivitas memahami matematika dengan
aktivitasnya berinteraksi dengan benda-benda konkrit.
4. Bagaimana
penjelasan filosofis mengenai aksioma dan teorema dalam matematika?
Jawab: Aksioma dan teorema termasuk
ranah Matematika Formal/Matematika Aksiomatik, dimana Matematika demikian
didefinisikan sebagai ilmu yang bersifat deduktif, yang berlandaskan atau
dimulai dengan mendefinisikan konsep-konsep, selanjutnya dibentuklah
Teorema-teorema, Aksioma atau Dalil-dalil yang pada akhirnya diperoleh suatu Struktur
Matematika yang di dalamnya tidak boleh terdapat kontradiksi.
5. Bagaimana
penjelasan filosofis mengenai penggunaan matematika dalam kehidupan
sehari-hari?
Jawab: Penggunaan Matematika dalam
kehidupan sehari-hari adalah ranahnya orang dewasa; jadi jangan membebani
generasi muda (anak-anak) untuk berpikir sampai tahap demikian. Menggunakan
matematika adalah urusan dan kerja orang dewasa (matematikawan dan praktisi
matematika). Ada dua perbedaan yaitu “kemampuan mnerapkan matematika” dan “matematika
terapan”. Kemampuan menerapkan matematika dapat dipandang dari sisi kemampuan
berpikir secara umum, seperti yang dikemukakan oleh Bloom, yaitu kemampuan
berpikir sejak dari: Mengingat, Memahami, MENERAPKAN, Analisis, Sintesis,dan
Evaluasi. Berarti setiap kegiatan berpikir terdapat aspek Menerapkan
pemahamannya sebagai suatu kriteria tahapan berpikir. Demikian itulah yang
terjadi jika siswa/anak kecil berpikir termasuk berpikir matematika. Sedangkan matematika
terapan atau menerapkan matematika dalam kepentingan matematika bermanfaat bagi
ilmu-ilmu lain itulah yang saya maksud sebagai domainnya orang dewasa.
6. Bagaimana
penjelasan filosofis mengenai bentuk dan ukuran dari bangun geometri?
Jawab: Segala bentuk, ukuran, dan
macam-macam bangun-bangun geometri hanya dapat dipahami di dalam intuisi, ruang
dan waktu.
7. Bagaimana
penjelasan filosofis mengenai limit fungsi?
Jawab: Secara filsafati, konsep limit
fungsi berkaitan dengan ketakhinggaan, di mana dalam ketakhinggaan manusia
menemukan ketidaksempurnaannya.
8. Bagaimana
penjelasan filosofis mengenai kesamaan dan ketidaksamaan?
Jawab: Dalam filsafat, konsep
Kesamaan setara dengan Sifat Identitas, yaitu tercapainya keadaan A = A;
sedangkan konsep ketidaksamaan setara dengan Sifat kontradiksi yaitu Predikat yang
tidak akan mampu menyamai subjeknya.
9. Bagaimana
penjelasan filosofis mengenai konsep bilangan?
Jawab: Secara filsafat, konsep
Bilangan hanya dapat dipahami dalam intuisi ruang dan waktu. Di dalam pikiran,
bilangan bermakna karena nilainya.
10. Bagaimana
penjelasan filosofis mengenai kesulitan belajar?
Jawab: Secara filsafat, Kesulitan
dapat dimaknai kendala seseorang dalam usahanya menembus ruang dan waktu.
Makasih referensinya😊😊😊
ReplyDelete